Semua berawal dari kita (Keluarga)

ANAK SULUNG

Sesuai dengan namanya maka yang dimaksud dengan anak sulung ialah anak yang paling tua atau anak pertama yang lahir dari suatu keluarga. Karena anak tersebut adalah anak pertama maka berarti pengalaman merawat anak, pengalaman mendidik anak belum dimiliki oleh kedua orangtuanya. Sering dikenal bahwa anak sulung ini sebagai “experimental child”. Kekurangan pengetahuan dan pengalaman dari orangtua membawa akibat tersendiri dalam diri anaknya ini. Jadi karena orangtua belum berpengalaman merawat anak sewaktu menghadapi anak pertamanya, orangtua cenderung terlalu cemas dan melindungi berlebihan. Begitu pula orangtua belum menyadari secara penuh mengenai peranan menjadi orangtua.

Situasi selanjutnya ialah kelahiran adiknya. Rupanya kehadiran seorang adik bagi anak sulung mempunyai arti yang penting sehingga menampilkan kelakuan-kelakuan yang tidak baik seperti minta perhatian yang berlebihan, kekanak-kanakan, mengenyot jari, menggigit kuku, sulit tidur, dan lain-lain.

Perkembangan selanjutnya ialah menempatkan diri anak sulung pada posisi memimpin karena anak sulung ini bila dibandingkan dengan adinya mempunyai badan yang lebih besar dan lebih kuat. Begitu pula perlakuan orangtua terhadap anak sulung agak berlainan, misalnya adinya masih harus tinggal di rumah tetapi anak sulung tersebut sudah diantarakan oleh ibu untuk pergi sekolah. Lalu dibelikan buku-buku, pinsil, tas sekolah, sedang adinya tidak mendapatkan barang-barang seperti itu. Demikian pula seorang anak sulung menjadi lebih mempunyai tanggungjawab. Seringkali dialami bilamana kedua orangtua meninggal, seorang anak sulung akan menggantikan kedudukan orangtuanya untuk mengendalikan keluarganya, mencari nafkah, menyekolahkan adik-adiknya.

Disamping itu dalam sutau masyarakat tertentu, kedudukan anak sulung ini mempunyai konsekuensi struktural, misalnya adak sulung dianggap lebih superior sehingga anak sulung ini dapat menentukan perkawinan adik-adiknya, kemenakan-kemenakannya bahkan mengatur warisan nenek moyang.

ANAK TENGAH

Kedudukan anak ini diapit oleh seorang atau beberapa orang kakak dan seorang atau beberapa orang adik. Dengan kedudukan di tengah ini berarti akan tersebut berada dalam kedudukan terjepit. Dijepit oleh kakaknya dari atas dan oleh adiknya dari bawah. Karena keadaan fisik kakaknya biasanya lebih besar maka dapat menimbulkan tekanan bila kakaknya bertindak otoriter. Adiknya yang kecil dengan segala kelucuannya dapat merebut perhatian orangtuanya sehingga menimbulkan rasa iri hati dalam diri anak tersebut. Demikianlah kedudukan anak tengah ini, selain ia harus menghadapi orangtuanya yang memegang tampuk kekuasaan ia juga harus menghadapi kakaknya yang lebih kuat dan lebih besar dan mempunyai lebih banyak kebebasan untuk bergerak. Biasanya, segala miliknya dalah bahan-bahan bekas yang pernah dipakai oleh kakaknya, seperti permainan, baju-baju, alat-alat sekolah, dan lain-lain.

ANAK BUNGSU

Dalam masyarakat terdapat pendapat-pendapat umum bahwa anak bungsu ini adalah anak yang manja oleh karena menjadi pusat perhatian keluarga, baik dari orangtua maupun dari kakak-kakaknya, lebih-lebih lagi bila kakak-kakaknya berbeda usia cukup besar sehingga kedudukan akan bungsu ini benar-benar menjadi obyek kesenangan anggota keluarga di rumah. Dengan mendapat perhatian yang terus menerus dari kakak-kakaknya yang lebih dewasa dan dari orangtuanya, mengakibatkan sifat-sifat anak bungsu ini sering terlihat seperti kekanak-kanakan, cepat putus asa dan bila menginginkan sesuatu kemudian tidak tercapai, maka akan memberikan reaksi yang sifatnya emosional, misalnya cepat menangis, bertingkahlaku secara berlebihan, dan lain-lain.

sumber:

(Dikutip dari buku PSIKOLOGI PERKEMBANGAN ANAK DAN REMAJA, Editor: Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa, Dra. Ny. Y. Singgih D. Gunarsa, Penerbit PT BPK Gunung Mulia, Cetakan keempat: 1986, hal. 170 s/d 189)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: